METODA ANALISA PERBAIKAN MATHERBOARD BUTA PADA SIRKUIT LAPTOP

Berbicara tentang Motherboard buta ,artinya tidak ada kode (tanda) lokasi komponen di papan sirkuit . Pengetahuan tentang jenis komponen berdasarkan kode marking C(Capacitor),D (Dioda),F (FUSE),L (Inductor),R (Resistor),Q (Transistor) tidak dapat diaplikasikan pada sirkuit ini.Ada yang menempatkan hanya beberapa tanda  untuk jumper point (JP) ,bahkan beberapa produsen motherboard laptop tidak lagi menempatkan kode apapun kecuali seri manufaktur . Tanpa Kode lokasi dan inisial komponen ini akan menyulitkan bagi repairer dalam mencocokkan data power sequences  saat memeriksa lalu lintas arus dan signal dalam sirkuit yang bermasalah.

Pemahaman mengidentifikasi rangkaian power ,titik ukur reset signal dan cara kerjanya tentu saja sangat dibutuhkan dalam menghadapi motherboard buta yang paling sering ditemukan pada sirkuit Asus dan Apple Laptop.

Mengidentifikasi Rangkaian

1.Rangkaian Power Supply

a.Rangkaian Blok Charger

Blok Charger ,VALW adalah power yang telah tersedia pada titik titik tertentu saat ADP+ supply masuk kedalam sirkuit Mulai dari power jack (PWR CORD) masuk ke dalam rangkaian melewati fariasi rangkaian pengaman,penguat dan penghemat daya .Pada motherboard tertentu rangkaian Adaptor ID ,yaitu sensor detector signal yang dapat mengenali Adaptor original atau tidak.

Kita identifikasi dulu jalur yang pasti ada dalam sirkuit laptop yaitu rangkaian penguat dimana Mosfet transistor berperan sebagai penguat daya pada semua sirkuit laptop .Penguat ini masih dijalur VIN , kita menyebutnya dengan ADP FET , jika ADP+ supply telah lolos sampai ke resistor pembatas antara jalur VIN dan B+(VBAT) ,berarti CHARGER IC telah bekerja meloloskan driver gate ADP FET masuk ke system.

BATERAI FET

Baterai Fet adalah Mosfet transistor didalam rangkaian berfungsi sebagai penguat VBAT+ ,seperti halnya ADP FET berfungsi menjadi penguat arus dari adaptor ,Batrai FET berfungsi sebagai penguat arus yang datang dari baterai .

[Premium]

 

Pada saat baterai dilepas ,adaptor terpasang ,ADP+ semestinya sampai ke mosfet ini hanya untuk pin 1,2 dan 3.Sementara pin 5,6,7,8 terhubung ke soket batrai VBAT+ .Mosfet ini tidak boleh bocor ,kebocoran dapat meloloskan ADP+masuk ke VBAT+ dan akan merusak baterai.

Cara mudah mendeteksi ADP+ sudah lolos ke jalur VIN  sampai ke B+ atau VBAT ,adalah mengidentifikasi Baterai Fet ,(terletak tidak jauh dari soket batrai) .jika pada pin 1,2,3 ADP+ telah hadir maka sudah dipastikan ADP+ sudah masuk ke jalur B+ atau VBAT. ADP+ harus terhenti di sini dan tidak boleh meloloskan ADP+ ke pin 5,6,7,8. Jika ini terjadi saat baterai terpasang maka ADP+ akan masuk ke baterai dan baterai akan short .

Lokasi charger IC biasanya berdekatan dengan soket baterai . Jika terjadi masalah disini ,catat kode bodi IC dan cari datasheetnya di internet untuk melihat deskripsi pin untuk mendata dan mencatat nilai titik ukur penting sesuai dengan pedoman reset signal.

Jika ADP+tidak lolos dan terhambat pada resistor pembatas ,sementara mosfet dan resistor pembatas terukur baik serta tidak ditemukan indikasi short pada jalur VIN atau B+ ,ini terjadi disebabkan oleh perlindungan kelebihan daya (over voltage protection) yang diaktifkan oleh Charger ic dengan cara mendorong analog ground pada pin CSIP resistor pembatas .Analog ground ini dapat memberikan feedback menahan arus yang masuk walaupun jika diukur impedansi tidak menunjukkan tanda tanda adanya short .

Berikut rumus rangkaian resistor devider yang berfungsi sebagai sensor arus yang diterima oleh charger IC ,jika tahanan resistor melar maka nilai ACDET/ACIN meningkat ,jika peningkatan diatas ambang batas yang diizinkan ,maka over voltage protection akan diaktifkan.

R1 pada gambar diatas bernilai 63.4kOhm ,R2 bernilai 10kOhm . VA1(ADP+) bernilai 19Volt.

R2(10k) dibagi (R1(63.4k)+R2(10k) dikalikan dengan VA/ADP+ senilai 19V.Maka nilai ACDET/ACIN adalah 2.58V.

Jika nilai R1 dan R2 berubah maka hasil perkalian nilai diatas pasti akan berubah juga . Pastikan resistor resistor yang berada pada jalur ini sesuai dengan nilai yang tertulis pada deskripsi pin pada datasheet Charger IC yang bersangkutan.

Charger system adalah pengaturan dimana sirkuit laptop dapat mendeteksi keberadaan supply adaptor,keberadaan baterai pack dan mengatur regulasi power system agar tidak bertabrakan berebutan memasukkan daya ke dalam sirkuit .Sersor sensor dipasang sehingga sirkuit mengerti kapan harus melakukan pengisian kapan menghentikannya dan kapan mengaktifkan daya dari batrai saat supply dari adaptor di non aktifkan .

Pengecekan awal dapat dilakukan tanpa membongkar unit ,dalam kondisi batrai terpasang ketika PSU power dicolokkan akan terlihat konsumsi arus langsung naik maximal sampai 2 amper walaupun unit belum di switch on (power on).

Ini pertanda system charger bekerja , pengisian daya telah aktif . Untuk memastikan pengisian kita dapat mengukur pin  input power positive senilai daya baterai yang tertera pada baterai pack. Pin penting lainnya adalah batrai_id ,signal ini dapat diukur dgn volt meter sebesar 3V saat batrai belum terpasang dan 0V saat batrai terpasang ,ini akan menjadi sersor bagi EC untuk mengenablekan charger driver gate yang bernama CHG_EN .

Input lainnya untuk memastikan EC sudah bekerja ialah pin BAT_DATA dan BAT_CLK ,keduanya dapat diukur dgn volt meter senilai 3V .inilah syarat wajib yang harus hadir saat pemmeriksaan system charging. Untuk lebih detil silahkan lihat isi album ,dimana terdapat urutan cara kerja sensor di dalam sirkuit charger iC .

  • 1 Batrai Konektor dan cara Mengujinya

 

Akan ditemukan beberapa model soket batrai ,kita akan membedakan berdasarkan jumlah Pin konektor yang tersedia . Intinya pin penting yang wajib ada adalah :

1.Pin input positif  (daya masuk ke baterai)

2.Pin output positif (daya keluar dari batrai)

Pin 1 dan2 seringnya ditemukan kedua pin disatukan dalam satu jalur.

3.Baterai id (plug in baterai detector signal) tidak ada pada soket 5pin

4.Baterai data

5.Baterai clock

6.Baterai temprature (tidak ada pada soket 5pin)

7.Ground

Kalau dilihat dari susunan diatas ,soket baterai yang dipakai hari ini minimal memiliki 7 pin ,jika ada yang lebih terkadang ground pin memiliki 2 sampai 3pin .

  • 2 Charger IC dan Cara kerjanya

PVCC  Pin 28 adalah ic positif power suplay,untuk beroperasi dengan baik ic ini minimal mendapat suplay 6 vol bada saat battery mode on dan maximal mampu menerima voltase sebesar 24v pada saat adapter mode .Untuk bisa beroperasi BQ 24751 harus memiliki tegangan minimal 6vol.

ACN Pin 2 dan ACP pin 3 adalah sensor tegangan yang mendeteksi bahwa tegangan utama berasal dari adaptor atau dari baterai .jika ACN dan ACP menerima suplay dari adaptor dan batrai ,maka charger ic akan  menunggu EC menerima signal BAT_ID dan mengaktifkan charger mode dengan cara mengirimkan signal driver gate untuk melakukan pengisian.

ACDRV pin 4 adalah Driver gate output Adaptor Fet untuk meloloskan tegangan transistor penguat.

OPVSET  pin 8 adalah sensor over voltage ,apabila sensor menerima beban yg masuk melibihi kapasitas,maka OPVSET akan mengaktifkan proteksi dan menghentikan daya ini masuk ke sirkuit.

BATDRV pin14 adalah driver gate Battery Fet yg meloloskan daya dari baterai masuk ke sirkuit saat adaptor terdata tidak terpasang.

CHGEN pin 1 adalah enable signal dari EC untuk mengaktifkan HI dan LOW upper dan lower side n chanel transistor driver gate untuk melakukan pengisian ke baterai.

HIDRV pin 26 adalah trigger (driver gate) pembuka gate upper side N chanel untuk melakukan pengisian baterai.

LODRV adalah trigger (driver gate) pembuka gate lower side N chanel untuk system charging

System kerja charger IC mulai dari tegangan adaptor dimasukkan,lihat urutan tahapan kerja ditandai dengan lingkaran merah bernomor ‘

Perhatikan kendali dari Host pada gambar diatas.

Host yang bertugas dalam sirkuit Laptop adalah EC ,ACSET adalah sensor pendataan bahwa sirkuit dalam kondisi ACGOOD (Valid adaptor active)

IADAP adalah signal yang diterima charger ic melalui ACDET sebagai konfirmasi sensor adaptor .disini sering terjadi perubahan tahanan resistor yang dapat membuat CHGEN dinonaktifkan karena input power mendeteksi kelebihan dan kekurangan daya pada suplay adaptor

CHGEN adalah pengaktifkan pengisian yang dikirikan oleh EC kepada Charger IC ,jika low enable charger active,jika Hi enable charger tidak active.

CHGEN baru active jika EC telah menerima signal BAT_DATA ,BAT_CLK dan BAT_ID .

  • Rangkaian SMPS (Swicth Mode Power Supplay)
Baca Juga:   Pengkodean RT IC (Richtech)

Blok SMPS

Rangkaian SMPS ,mereka ditandai dengan dua buah inductor 3/5V dengan kapsitor smd atau polimer (tabung) berinisial j atau tertulis 6.3V .kemudian perhatikan disebelah atau disebaliknya rangkaian upper/lower mosfet transistor , mengidentifikasi mana upper dan yang mana lower Mosfet transistor dalam rangkaian ini adalah dengan cara mengukur pin 1,2 dan 3 mosfet  yang terukur impedansinya 0 ohm terhadap ground  pastilah mosfet ini adalah lower side . Pastikan impedansi lower transistor antara pin 1,2,3 dengan 4,5,6,7,8 seharusnya tidak terbatas .

 

 

  • 1 Menguji Rangkaian Upper Lower Side

Menguji Upper side mosfet transistor sebagaimana yang telah kita ketahui adalah dengan cara mengukur Mosfet source pin 5,6,7,8 senilai ADP+ dan pin 4,5,6,7,8 ke pin 1,2,3 mosfet ini impedansinya harus tak terbatas ,jika impedansi rendah , sudah dipastikan mosfet dalam kondisi rusak/bocor .Ketahui juga bahwa masing masing gate mosfet transistor diatas adalah pin 4 dan keduanya terhubung ke SMPS regulator,jika pin ini short segeralah lepas kedua mosfetnya dan ukur impedansi tapak pin 4 ,jika terukur rendah berarti feedback dating dati SMPS regulatornya .

Cara lain menguji Mosfet ini diluar rangkain dengan cara set multimeter ke diode continuity (BUZZER), Pin 1,2,3 tidak boleh terhubung (BUZZER) ke pin 5,6,7,8 begitu juga sebaliknya

Jika rangkaian Upper lower side  diatas sudah didapati normal , langkah selanjutnya mendata hasil pengukuran VIN,ENLDO,LDO dan signal signal enablenya . Periksa juga supply LDO sebagai sumber tegangan Embedded Controler(EC) EC seharusnya  sudah mendapat power supply sebesar 3VALW agar VSB(Voltage switch button) , sebagai syarat sirkuit bisa switch on(PWR_ON) dan tentunya power Bios IC  (Firmware storage) juga harus telah tersedia dimana mereka (EC dan Bios IC) saling berkaitan satu sama lain dalam mengoperasikan Sirkuit power management.

  • PENCARIAN SHORT KOMPONEN PADA JALUR VIN DAN B+

Menangani  permasalahan Motherboard Mati total hal yang pertama yang kita lakukan adalah memastikan kondisi motherboard dalam kondisi short atau tidak,yaitu dengan menggunakan adaptor yang memiliki lampu indikator pada adapter (jangan lupa melepas battery c mos sebelum memulai analisa) . Gejala motherboard short ialah pada saat adapter dipasang pada mobo,adapter berkedip atau mati atau meredup.

Cara lain menentukan motherboard dalam kondisi short yaitu mengukur tegangan V_in pada jack positif pada mobo (probe hitam pada casis/gnd…probe merah pada jack Positive) dan set buzzer jika multimeter bernilai 0 ohm berati dapat dipastikan short sirkuit terjadi ,untuk profesional repairer diwajibkan  menggunakan PSU, jika saat power PSU dimasukkan tiba tiba amper naik tak terhingga kemudian voltase turun drastis dan PSU mengeluarkan suara beep atau hanya suara gemercik pertanda short sedang terjadi .

Perhatikan susunan gambar didalam album ini guna melakukan pencarian komponen short yang lebih cepat dan aman.

  • Mencari Resistor Pemutus jalur VIN dan B+

lepas resistor ini kemudian pastikan short sirkuit terjadi pada Jalur VIN atau pada jalur B+ .Jika pin 1 yg bernilai 0ohm maka area pencarian short sudah dapat dipersempit .inject/suntik tegangan menggunakan PSU sebesar 5V saja agar komponen penyebab shot tidak terlalu panas kemudian mulailah meraba area VIN dan temukan penyebab short (bersatunya jalur positif dan negatif oleh salah satu komponen yg rusak) .

Memahami pengertian short sebagaimana yg disebutkan diatas ,pencarian akan lebih tertuju pada komponen yang salah satu pinnya terhubung ke ground . abaikan komponen yang panas dimana komponen tersebut tidak memiliki satupun pin yang terhubung ke ground .

Cara yang sama lakukan jika short terdeteksi pada jalur B+ ,hanya saja area pencarian pada jalur B+ akan lebih luas.

Contoh resitor pembatas pada schema lainnya.

Untuk pencarian short pada jalur B+ agar dapat dibolak balik saat mencari komponen yang panas ,buatlah jumper poin pada salah satu pin resistor pembatas yang terukur short ,gunakan aligator clip pada kabel injek sehingga tidak perlu dipegang saat mencari komponen yang panas .Hindari injeksi dengan nilai yang besar ,mulailah dengan tegangan yang lebih rendah agar terhindar dari sengatan panas saat mencari komponen penyebab short . Naikkan tegangan injeksi secara bertahap jika belum ada komponen panas yang ditemukan.

  • Mencari Komponen Penyebab Short Sirkuit

 

Penyebab terbesar short pada jalur ADP+ adalah Capasitor dan n chanel transistor ,sesekali akan ditemukan pada Dioda pembuang induksi yang salah satu pinnya terhubung ke ground.

  • Mengenali Komponen yang berpotensi besar menjadi penyebab short

 

 

Rangkaian upper/lower side ini akan ditemukan di blok memori ,vccore, vccp,vgfx dll .Untuk memudahkan pencarian temukan masing masing rangkaian ini berdekatan dengan device yang akan di supply powernya .
contoh VCCRAM akan berdekatan dengan soket memory …VCCore regulator akan berdekatan dengan soket processor ,begitu seterusnya.

Potensi penyebab short pada VCCORE power processor regulator.

Berhati hatilah jika menemukan short pada rangkaian VCCORE ,terutama processor tanam . Menghindari ADP+ masuk ke jalur ini sebaiknya lepas vccore induktor sebelum mengganti dan menguji mosfet transistor yang bocor.

  • SMPS DC/DC REGULATOR

Switch Mode Power supply (SMPS) dc/dc regulator adalah high efficiency synchronous

step-down DC-DC regulator. IC ini bertugas menurunkan tegangan ADP+menjadi tegangan linear sebesar 3 dan 5 Volt .Kemudian tegangan LDO/auxiliary ini diberikan kepada Embedded controller sebagai tegangan power supply utama yang bernama EC_VCC senilai 3.3Volt. Setelah EC mendapat power,EC akan menerima perintah microcontroller berbentuk firmware yang di simpan didalam rom terpisah (IC BIOS) atau memiliki rom sendiri didalam EC CHIP .kemudian EC akan mengirimkan signal enable sebagai trigger,pembuka driver gate menurunkan tegangan ADP+ ke 3V dan 5V melalui rangkaian Upper lower side Mosfet transistor sebagai tegangan utama 3/5V system yang digunakan untuk seluruh rangkaian power supply.

  • LDO/AUXILARY POWER Sebagai Sumber tegangan EC (EC_VCC)

LDO adalah Drop out linear atau auxiliary power (pin 7)yang langsung diproduksi oleh SMPS IC setelah mendapatkan input VIN (pin 6)sebesar ADP+ dan input ENLDO (pin 4) sebesar 5 s/d 15V .

Kemudian LDO5 akan di turunkan tegangannya menjadi 3V melalui step down controller ic seperti gambar dibawah ini :

  • Step Down Controler merubah LDO5 menjadi LDO3

 

 

Output stepdown controller ini bernilai 3.3V dalam rangkaian dibawah ini diberi nama +3VPCU dan kemudian menjadi power supply utama bagi Embedded controler

 

 

 

  • Berbagai Merek SMPS dan Cara menguji Input outputnya
  • RT8206A

Menguji RT8206A jika input hadir ,maka output LDO seharusnya langsung hadir .ini pertanda SMPS dalam kondisi baik .jika input hadir output tidak hadir sementara tidak ada ground feedback/short di pin outputnya maka dipastikan SMPS rusak.

  • RT8223A

 

Menguji RT8223 jika input hadir ,maka output LDO seharusnya langsung hadir .ini pertanda SMPS dalam kondisi baik .jika input hadir output tidak hadir sementara tidak ada ground feedback/short di pin outputnya maka dipastikan SMPS rusak.

  • RT8239A

 

Menguji RT8239/UP1598Q jika input hadir ,maka output LDO seharusnya langsung hadir .ini pertanda SMPS dalam kondisi baik .jika input hadir output tidak hadir sementara tidak ada ground feedback/short di pin outputnya maka dipastikan SMPS rusak.

  • SY8208B

SY8208: input IN pin 8 =19V-output LDO pin 7 =5V-EN1 pin 1 =3-5V-EN2 pin 3 =3-5V

 

  • TPS 51225a/b/c

 

Menguji TPS 51225 jika input hadir ,maka output LDO seharusnya langsung hadir .ini pertanda SMPS dalam kondisi baik .jika input hadir output tidak hadir sementara tidak ada ground feedback/short di pin outputnya maka dipastikan SMPS rusak.

 

  • UP1598Q

 

Menguji UP 1598Q jika input hadir ,maka output LDO seharusnya langsung hadir .ini pertanda SMPS dalam kondisi baik .jika input hadir output tidak hadir sementara tidak ada ground feedback/short di pin outputnya maka dipastikan SMPS rusak.

  • Firmware Storage/Bios IC dan power Supplynya

EC bios IC bisa diidentifikasi di sekitaran EC ,tidak semua sirkuit yang memisahkan antara EC bios dan Main bios .jika ternyata tidak ditemukan BIOS IC ,maka EC bios ditulis langsung kedalam EC Chip atau tergabung didalam Main bios IC chip .Mereka membutuhkan power 3.3V pada pin 8,7 dan 3. Dan power 1.8V untuk type sirkuit yang telah memiliki teknologi Low Voltage operation.

Baca Juga:   Elektronika Komputer

EC Bios membutuhkan tegangan sebesar 3.3V untuk pin 8 VCC nya (circuit terbaru ada yg menggunakan power bios 1.8V) ,didalam rangkaian kita lihat bahwa .Pin 7 dan pin 3 juga terhubung ke VCC ,berarti pin ini juga membutuhkan tegangan 3.3V atau 1.8V untuk hidup normal.Pin lainnya terhubung ke EC(embedded controler) sebagai interface dua arah untuk memproses data binari menjadi firmware atau operating system pada EC.IC Bios memiliki kapasitas ROM atau penyimpannan data ,dan kita dapat menentukan kapasitas simpannya berdasarkan tabel pada gambar.Untuk menentukan Pin 1 kita dapat melihat dari tanda titik putih/hitam pada bodi IC dan strip ptih/panah/titik pada motherboad bios ic pad.Pemasangan tidak boleh terbalik.

Untuk pemasangan IC bios yang pin satu nya tidak ditandai,cari pin yang terhubung ke ground. Itu adalah pin 4 (GND)

 

  • System Kerja EC dan Main Bios

Main Bios Adalah system bios yg memiliki firmware yang mengatur setingan ICH(i.o controler hub)yang lazimnya dikenal dengan sothbridge,northbridge,PCH ataupun system chipset.untuk memahami control signal pada chips diatas buatlah analisa hubungan interface searah (jalur tanda panah searah)ataupun interface 2 arah(jalur tanda panah 2 arah)pada skema.

EC Bios adalah firmware yang mengatur setingan Embedded Controler (EC)lazimnya dikenal dengan keyboard controler,KBC,ENE,Winbond,IC laba laba,IC controler.Perhatikan hubungan interface kedua bios diatas dalam melakukan pengaturan system microcontroler.

(catatan : pada sirkuit Samsung pin 3 dan 4 Bios IC memang terhubung ke ground)

  • Rangkaian VS (Voltage Switch)

Rangkaian VS baru hadir setelah sirkuit di switch on/Power on. Untuk mendata power Memori,SB,Processor dan graphic chip kita dapat mengindentifikasi setiap inductor masing masing bootable device ini. Umumnya mereka terletak besebelahan dengan device yang bersangkutan . Contoh inductor memori akan terletak dekat soket memori,inductor processor akan terletak dekat dengan soket processor dan begitu seterusnya. Rangkaian power bootable device ini juga memiliki Regulator IC dan upper/lower side transistor . Cara kerjanya hampir sama dengan SMPS DC/DC regulator ,hanya saja output disesuaikan dengan masing masing kebutuhan bootable device .

 

  • Impedansi Cek

Impedansi berarti mengukur nilai hubungan terhadap antar satu titik ukur, ke titik ukur lainnya .Dinilai dalam satuan Ohm . impedansi terhadap ground berarti hubungan terhadap ground .. jika impedansi jalur positive terhadap jalur negative adalah 0000 Ohm berarti sudah tidak ada lagi hambatan atau terhubung langsung . Terhubung langsungnya jalur positif dengan jalur negative dalam bahasa elektronika disebut short /korsleting dan akibatnya tidak ada satupun tegangan yang akan bisa hadir dalam kondisi seperti ini .

 

Cara cepat mencari short sirkuit adalah menguji impedansi masing masing induktor yang merata terlihat didalam sirkuit . induktor ini menjadi tanda sebuah output regulator ,mulai dari output charging,output smps,vccore,vccram,vccp dan vgfx output power regulator. nilai impedansi yang mendekati short tidak boleh ada di jalur SMPS .jalur ini (3V/5V_SMPS) semestinya memiliki impedansi yang tak terbatas terhadap ground . Berbeda dengan jalur yang memiliki banyak kapasitor coupling pada rangkaiannya. biasanya ditemukan dalam rangkaian Vccore power regulator ,ini akan menyebabkan nilai impedansinya akan rendah ,hampir hampir ipedansinya mendekati nilai short walaupun tidak ada satupun komponen dan chip yang bermasalah dalam rangkaian ini.

Perhatikan lingkaran merah pada gambar diatas ,itu adalah induktor lakukan pengukuran impedansi kepada setiap induktor untuk mengetahui secara cepat area mana yang memiliki short .

Jika menemukan salah satu induktor yang short ,lihat nilai kapasitor yg terhubung langsung pada induktor (jalur output) jika tertulis j=6.3V berarti maximal tegangan yang boleh disuntik ke jalur ini adalah 6.3V .Jangan lebih atau akan ada  tambahan kerusakan akan terjadi . Jika ditemukan kapasitor tertulis d=2.5V maka maximal tegangan yang boleh disuntikkan adalah sebesar 2.5 Volt .

  • Tabel maximal tegangan pada kapasitor sebagai acuan maximum enjeksi pada jalur short

Lihat data dibawah ini untuk mengetahui kode maximal voltage allowed dalam sebuah kapacitor :

KODE MAX VOLT KETERANGAN
a 1V tidak dipakai di laptop
c 1.6V tidak dipakai di laptop
d 2V Vcore
e 2.5V Vcore
g 4V Vcore,NB,SB,VCCRAM
j 6,3V di SMPS dan USB
A 10V tidak dipakai di laptop
C 16V kadang ada di charger
D 20V tidak dipakai di laptop
E 25V jalur VIN atau DC jack
G 40V tidak dipakai di laptop
J 63V tidak dipakai di laptop

Jika menemukan short pada jalur VS , sebaiknya segera melepas inductor dan lakukan pengujian short datang dari rangkaian regulator atau ada feedback di jalur outputnya ,kemudian data maximum tegangan yang diizinkan masuk ke jalur itu dengan cara mengidentifikasi kapasitor yang terletak pada output inductor,jika memiliki tanda d atau 2.5V ,maka itulah nilai maksimal tegangan yang boleh di suntikkan ke jalur itu  .Kelebihan daya yang masuk akan menyebabkan hampir seluruh komponen pada jalur tersebut akan rusak atau cacat.

 

  • Rangkaian Reset Signal

 Mengidentifikasi EC tentu saja tidak akan sulit bagi teknisi ,berbentuk petak besar memiliki 128 pin ,yang masing masing sisi berjumlah 32 pin.

Reset signal kebanyakan diukur dari pin pin EC ,mulai dari signal ACIN_OC# jika sudah hadir pada EC, tidak perlu lagi teknisi memeriksa blok SMPS dan Charger.

ECRST# adalah embedded controller power OK ,jika signal ini hadir senilai 3Volt dapat dipastikan EC dalam kondisi baik dan tidak perlu melakukan penggantian kecuali ada permasalahan lainnya diluar kendali input output power management system .Dalam arti kata signal reset ini hanya berlaku untuk pengaturan power .

RSMRST# adalah reset singnal konfirmasi bahwa EC,IC BIOS dan firmwarenya sudah bekerja .

Kedua nama signal reset diatas umumnya diberikan penamaan yang sama pada semua merek Embedded controller (EC) . Dalam rangkaian  akan ditemukan beberapa signal yang fungsi dan cara kerjanya sama tetapi dengan penamaan yang berbeda ,bahkan terletak pada pin yang berbeda walaupun signal ini memiliki fungsi yang sama .Pemahaman tentang berbagai merek EC dan fariasi nama nama signal Power switch dari tombol power ke EC, signal EC menghidupkan SB dalam rangkaian system switching wajib diketahui untuk bisa mengikuti metdoda analisa sirkuit ini.

NBSWON#EC_SW#,EC_PWON beberapa nama signal ini akan didapat dari berbagai merk Embedded controller ,berbeda manufaktur membuat beberapa perbedaan penamaan pada signal ini. Ini adalah

signal VSB (power switch) yang di trigger dari tombol power kepda EC .Saat tombol power di tekan VSB akan disatukan kepada ground sekali sentuh dan dilepas kembali  dan signal ini akan terbaca oleh EC sebagai perintah mengaktifkan Power S5 dan mengaktifkan semua power untuk bootable device.

Kita dapat memberikan trigger langsung pada EC dengan cara menyentuhkan VSB+ ke ground selama 1-2detik ,jika permasalah pada tobol power dan koneksi jalurnya ke EC maka sirkuit tetap akan hidup.

DNBSWON#,PM_PWR_BTN# (beberapa nama signal ini akan didapat dari berbagai merk Embedded controller ,berbeda manufaktur membuat beberapa perbedaan penamaan pada signal ini) .ini adalah signal trigger untuk menghidupkan Soutbridge . Signal ini akan hilang jika SB short ,atau bagian switching system di dalam SB chip bermasalah .

PM_PWRGD ,SB_PWROK adalah signal Soutbridge/PCH power good , jika signal ini hadir senilai 3VS (diukur saat telah bisa di switch on) maka dipastikan SB/PCH chip dalam kondisi baik.

PM_SLP_S3# SLP_S5#,SUB#,SUSC#,SUSP# adalah signal laporani dari SB ke EC bahwa southbridge sudah bekerja .

EC_SLP_S3#SLP_S5#,mainon#EC_SUSB/C/P#,SUS_ON,VR_ON,Backlight_EN# dan lainnya adalah enable signal yang dikirim untuk mengaktifkan VS (Voltage switch) power .

  • Fariasi Nama nama Reset Signal pada EC yang berbeda merk dan seri.

Semua reset signal diatas dapat dicari pada pin pin EC ,terkadang pada merek dan seri EC yang sama pada motherboard yang berbeda ditemukan perbedaan letak pin pin ini walaupun kebanyakan memiliki nama ,letak pin dan fungsi yang sama.

Perhatikan gambar dibawah ini ,ada beberapa merk EC yang berbeda tentu saja dengan penamaan signal yang berbeda tetapi memiliki fungsi yang sama. Contoh pada ENE signal switching yang ditriger oleh EC ke SB untuk mengaktifkan SB system switch  bernama PWRBTN_OUT#,sedangkan pada EC merek Nuvoton/winbond  bernama DNBSWON# dan pada merek ITE bernama SB_PWRBTN# .Walaupun demikian kita tetap bisa mengidentifikasi mereka dengan cara melihat datasheet EC yang bersangkutan.

Baca Juga:   TUTORIAL PENGGUNAAN SVOD VERSI3

  • Mendata Titik ukur dan nilai Reset Signal

 

  • Mendata dan cara menghitung urutan Pin Embedded controller (EC)

  • Data berbagai Merk dan seri EC Reset signal dan titik ukurnya

 

 

  • LVDS dan Cara mengidentifikasi signal pentingnya

Pendataan Power LCD_VCC sebesar ADP+ ,LCD_VDD 3V-bl_en# -bclk_on(3V) dan lainnya perlu dilakukan saat Laptop bisa melakukan boot up proses dan tampil pada external monitor tetapi bermasalah pada internal monitor .ciri cirinya setelah di switch penggunaan amper sudah tinggi dan lampu capslock menyala atau terlihat lampu hdd sudah berkedip kedip tanda bekerja.

Langkah pengukuran POWER LVDS (titik ukur pada soket LVDS/LCD Panel) diwajibkan

menggunakan shematic diagram untuk menghindari kesalahan pengukuran .hal ini dikarenakan tidak semua susunan pin sama walaupun jumlah soket pin LVDS berjumlah sama. Pengukuran LVDS juga diwajibkan memasang kabel/flexible ,jika tanpa kabel maka bebrapa fitur akan disable (dinonaktifkan). Juga perlu diingat tegangan 3VS baru hadir setelah power di switch on, pastikan pengukuran dilakukan setelah power di switch on .Pasanglah hitsink dan kipas agar processor dan chip tidak kepanasan selama proses pengukuran berlangsung.

  • Nama nama tegangan wajib hadir agar LVDS bekerja dengan baik.
  • -LCD_VCC atau disebut juga INV+ atau AC_INV dll,senilai ADP+/B+ (led inverter power suply)
  • -LCD_VDD senilai 3VS (Video power supply)
  • -ED_DATA senilai 3VS (Led data)
  • -ED_CLK senilai 3VS (led clock)
  • -INV_PWM senilai 3SV (inverter power management)
  • -BCLK_EN senilai 3VS (backlight lamp enable signal)
  • -BK_ON senilai 3VS (backlight lamp enable signal)

30 Pin soket LVDS

Pada diagram ini LCD_VCC bernama AC_INV yang bersumber dari ADP+/B+ .

ADJ_BK_CON adalah adjustment power suplay yg berubah tergantung setelan brighness yang digunakan .

BL_EN_CON adalah backligt atau led light enable signal ,tanpa tegangan ini maka lampu backlight akan mati atau gelap walaupun sebenarnya sudah tampil.

+3VS_LCD naa lainnya adalah LCD_VDD senilai 3Volt VS yang mana enable signalnya datang dari vga chip atau soutbridge bagi sirkuit yang tidak memiliki VGA chip.

Atau bisa dari processer (AFU) yang mana signal LVDS  enable di triger dari chip processor bagi sirkuit yang memiliki single chip (vga,sb dan processor tergabung dalam satu chip).

40 pin soket LVDS dengan LCD_VCC ini yg berbeda dengan soket 40 pin lainnya.

Berhati hatilah jika mengganti kabel flexible yg terlihat sama tapi kenyataannya bisa mengubungkan pin yang tidak semestinya,apalagi jika pin ADP+ terhubung ke ground dapat menyebabkan kabel hangus dan soket LVDS terbakar atau ADP+ masuk ke jalur DISP_ON/BCLK_ON atau INV_PWM yang bersumber dari EC yang tidak mampu menahan beban sebesar ADP+/B+.

  • Cara mencari LCD_VDD enable

LCD_VDD_EN# adalah signal enable yang bersumber dari Graphic chip ,baik sirkuit Discreet (memiliki sb dan vga chip sendiri sendiri)-UMA (vga dan sb gabung jadi 1) -AFU (vga dan processor gabung jadi satu) .

Merubah Video signal dari VGA chip ke Southbridge chip cukup dengan memindahkan jalur signal ini ke southbridge dengan cara memutus jalur signal dari VGA ke LVDS Power regulator dan menghubungkan southbridge signal enable ke Video power regulator .biasanya memiliki masing2 resitor pemutus.Dan tentu saja putuskan power salah satu chip yang dinon aktifkan cukup dengan melepas induktor .

titik ukur pada LVDS soket.

Rincian tegangan :

Pin 1 dan 2 LCD_BK_POWER bersuber dari ADP+/B+

pin 3,4,5 senilai 3VS

TX_OUT signal tidak dapat diukur dengan Volt meter

VDAJ pin 20 brightness power control

DISPON pin 21 enable signal brighness dari EC

LCD_VCC pin 22 dan 23 video power.

LCD_VCC lvds video power regulator

Sumber input pin 4 dan 6 dari +3VALW .tegangan ini sudah hadir sebelum di switch.

LVDS_DIGON adalah singnal enable 3VS (triger/driver gate)

LCD_VCC adalah output yg menjadi sumber tegangan LCD_VCC

Signal LCD_VDD_EN# dalam diagram BY7 dinamakan dengan LVDS+DIGON.

 

7.Cara menggunakan Boardviewer

Untuk mempercepat proses analisa yang setiap kali akan melakukan pendataan harus mencari datasheet IC nya dan terkadang tidak ditemukan, penggunaan boardview akan sangat membantu.

Board view adalah peta sebuah sirkuit ,kita dapat mencocokkan tata letak komponen pada sirkuit yang tidak menyediakan kode lokasi komponen. Saat kita ingin melihat deskripsi pin dari sebuah komponen , cocokkan tata letak komponen tersebut dengan yang ditampilkan boardviewer , layout pada boardviewer juga bisa dibolak balik jika komponen yang hendak dicari berada disisi lain dari yang ditampilkan.

Setelah menemukan komponen yang dicari ,klik pada komponen yang terlihat pada boardviewer dan aktifkan fitur show pin . maka pin dan letak masing masing nama signal dan power akan terlihat dan dapat sebagai acuan titik pengukuran.

Untuk mengetahui hubungan antar signal dan power ,dimana sumber input output dapat mengunakan fitur SHORT ,maka semua komponen yang dilewati oleh satu nama signal atau power akan terlihat pada boardviewer.

  • Table jenis file Boarview dan software pendukungnya serta link downloadnya

 

Berikut jenis/type file boardview yang sering dijumpai dan software boardviewer yang bisa menjalankannya :

BOARDVIEW SOFTWARE
Filetype Nama Software Link download
.ASC ASUS BOARD VIEWER TSICT  ver:1.6 ASUS_TSIC.zip
.BRD  TopTest BoardVIew R4   BoardViewR4.zip
 BoardView R5.0(GR) BoardView_5.0_GR_.zip
Test Link BRD Viewer ver:2.2 BRD-T_link01_new_.zip
LANDREX TEST LINK ver:1.0 T_link01.zip
LANDREX TEST LINK ver:2.2 T-link1_v22.zip
Allegro FREE Physical Viewer Allegro_Free_Physical_Viewer_15.7.zip
HE Board View HE_Board_View.zip
.BDV  HONHAN BDV BoardViewer BDV-BoardView.zip
.BV ATE BV Boardview ver:1.3.0 bview.zip
.BV2 BoardView ver:2.0.1  BoardView2.zip
.CAD Samsung .cad boardviewer CAD.zip
.CST IBM LENOVO  Card analisis support tool ver:3.32 Castw.zip
.DWG Free software. For Windows 7/8 and Windows XP / Vista CADSeeV4-Touch.zip 
CADSeeV4-x86.zip
.F2B Unisoft VIEW MARKUP  .F2B and many more place5-F2B.rar
.FZ  PCB Repair Tool. CTRL+F10 to open from FAB folder. CTRL+F11 to open from custom folder. If error 203 appears please restart aplication PCBRepairTool.zip
.GR GR format viewer BoardView ver.5 BoardView_5.0_GR__1.zip
.IGE .IGE file format viewer. CB/TEST Graphical editor ver:3.3.2. Can open .CAD file too. IGE_CAD_VIEWER.zip
.TSL FU KANG .TSL file format viewer. Must install before use. FU_KANG_VIEWER.zip
.TVW Tebo IctView Ver:3.0  TeboView_DeHua.zip

 

 

  • Cara menggunakan Boarviewer
  • 1 PCB Repaire Tools Bordviewer software

 

Setelah Mendownload dan menginstal boardviewer software ,tentu saja kita membutuhkan file boardview motherboard yang sedang dikerjakan .Contoh Asus X450 CC ,file boardview akan memiliki extensi FZ yang bisa di jalankan oleh PCB Repair tools.

Kemudian tekan CTRL+F11 untuk membuka file ,

Kemudian open file yang bersangkutan ,contoh file X450CC 2.1.60NB01E0-MB3010.FZ

Setelah file terbuka klik View untuk merubah tampilan layout yang bisa dibolak balik dengan menekan Top atau Button ,untuk membesarkan dan mengecilkan tekan zoom in zoom out.

Lalu cocokkan layout dengan motherboard yang akan didata ,seperti gambar diatas untuk melihat detil pin pin pada processor zoom in pada processor, untuk menampilakan kode komponen tekan show revdes dan untu menampilkan deskripsi pin tekan pinnumber and netname.

  • 2 Cara Mencari Titik ukur Reset signal pada Boardviewer

Klik pada tulisan EC_RST#.

EC_RST# akan terlihat berwarna orange pada boardviewer ,kemudian zoom in pada EC_RST.

Lalu cari titik tersebut pada motherboard untuk dilakukan pengukuran .

Pada boardviewer juga akan terlihat komponen apa saja yang terlibat dalam menghadirkan EC_RST,jika titik ukur pertama bernilai 0Volt maka kita dapat mendata komponen lainnya yang terhubung ke EC_RST# untuk mencari titik hilangnya signal tersebut dan mencari komponen pembangkit signal EC_RST untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk melihat titik ukur Reset signal kita dapat langsung membuka layout Embedded controller (EC) sebagaimana layout gambar dibawah ini :

Untuk melihat tutorial software secara detil dapat dilihat dengan cara menekan tombol F1.

copyright-adiedkhaz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares